Sampai sekarang orang Semarang kalau mau naik angkot nyebutnya “ naik Daihatsu”, lantaran merk Daihatsu menjadi pelopor pertama mobil yang digunakan untuk angkutan kota. Padahal sekarang ini angkot di kota Semarang sudah berkembang, bisa bermerk Suzuki, Toyota dll.
Di toko peralatan elektronik, ada sesorang menyebut “beli sanyo”, sang empunya toko sudah paham, diberinya pompa air. Anehnya ketika diberi pompa air yang bermerk Sanyo dia tak mau, malah menunjuk pompa air merk lain, lho koq? Karena Sanyo termasuk pionir pompa air. Lebih parah lagi, paman saya pernah nyeletuk “airnya sudah disanyo atau belum” , weleh-weleh.....
Ketika saya kecil, pekerjaan saya setiap menjelang petang adalah menghidupkan dan memompa lampu petromax, karena listrik belum ada. Orang-orang di lingkungan tempat tinggal saya memang menyebutnya dengan petromax; belakangan baru saya tahu bahwa sebenarnya petromax tersebut adalah merk, lampunya sendiri termasuk jenis lampu tekan.
Di desa saya kalau ada orang bule datang orang selalu nyletuk “ana landa” (ada orang Belanda), padahal yang datang tersebut belum tentu orang Belanda, bisa jadi orang Perancis, Inggris atau Australia. Karena memang landa sudah melekat selama 350 tahun dihati orang-orang kita.
Kesimpulannya, sang pelopor terhadap sesuatu pasti akan dikenang oleh masyarakat penggunanya. Bahkan nama (merk)nya akan menggantikan nama jenis barang yang sebenarnya, sampai orang lupa seharusnya menyebut scooter, tetapi sudah terlanjur akrab dengan kata Vespa. Lebih kaprah lagi nama/merk tersebut berubah menjadi kata kerja, ya itu tadi : “airnya sudah disanyo?” Ah ya sudahlah....